DKM Masjid Jami Al Maarij Gelar Khitanan Massal, Diikuti 61 Anak
Januari 04, 2026
TNC GROUP SIBER.WEB.ID | Cikalong Wetan, Kab. Bandung Barat - Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Purwakarta, Sri Puji Utami, melakukan kunjungan kerja ke sebuah peternakan sapi di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, Peternakan ini dikenal dengan sistem pemeliharaan sapi yang semi-liar, di mana sapi dibiarkan merumput bebas di lahan yang luas, (24/1/2026).
Dalam kunjungan ini, Sri Puji Utami didampingi oleh Ustad Nana (Satgas TMI Purwakarta), Yusuf (Pengurus DPD TMI Purwakarta), dan Komarudin SH (Pengurus Harian DPD TMI Purwakarta). Rombongan TMI Purwakarta diterima langsung oleh pemilik peternakan, H. Yahya.
Mengenal Sistem Peternakan Semi-Liar H. Yahya
H. Yahya menjelaskan bahwa sistem peternakan semi-liar yang ia terapkan memiliki keunggulan dalam hal kesejahteraan hewan dan biaya pakan yang lebih rendah. Namun, ia juga mengakui adanya tantangan tersendiri, seperti pengendalian penyakit dan pengelolaan populasi sapi.
"Dengan sistem ini, sapi dapat bergerak bebas dan berperilaku lebih alami. Kami juga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk pakan karena sapi bisa mencari makan sendiri di padang rumput," ujar H. Yahya.
Fokus TMI Purwakarta: Dukungan Potensial dan Praktik Berkelanjutan
Sri Puji Utami menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk menjajaki potensi dukungan yang dapat diberikan TMI Purwakarta kepada peternakan H. Yahya. Dukungan yang mungkin diberikan antara lain pelatihan manajemen peternakan, bantuan permodalan, atau fasilitasi pemasaran.
"Kami melihat peternakan ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. TMI Purwakarta ingin berpartisipasi dalam meningkatkan produktivitas peternakan ini, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar," kata Sri Puji Utami.
Ustad Nana menekankan pentingnya praktik peternakan yang berkelanjutan dan memperhatikan kesejahteraan hewan. Ia menyarankan agar H. Yahya menerapkan sistem pengelolaan limbah yang baik dan memastikan sapi-sapi mendapatkan perawatan yang layak.
"Kami juga ingin memastikan bahwa peternakan ini memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Selain itu, aspek kesejahteraan hewan juga menjadi perhatian utama kami," ujar Ustad Nana.
Komarudin SH menambahkan bahwa TMI Purwakarta akan melakukan kajian lebih lanjut untuk menentukan bentuk dukungan yang paling tepat. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan pihak lain, seperti dinas peternakan dan lembaga keuangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan konkret mengenai bentuk dukungan yang akan diberikan. Namun, kedua belah pihak menyatakan komitmennya untuk menjalin komunikasi yang berkelanjutan dan mencari solusi yang saling menguntungkan.
( TIM/Red)
0 Komentar