TNC GROUP SIBER.WEB.ID || PEKALONGAN, 14 Juli 2026 – Menyadari wilayah Kota Pekalongan memiliki keterbatasan dan sangat minim lahan untuk pengembangan sektor pertanian tanaman pangan, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Pekalongan mengambil langkah strategis. Ketahanan pangan tidak lagi hanya diandalkan dari sektor pertanian semata, melainkan juga digenjot lewat sektor peternakan, salah satunya melalui program pengemukan domba yang kini telah berjalan baik dan berkelanjutan.
Program ini dijalankan dengan tujuan ganda, yaitu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat, pengurus organisasi, hingga warga masyarakat di lingkungan sekitar lokasi peternakan. Ke depannya, sistem pengelolaan akan terus diperbaiki agar manfaatnya semakin besar, baik bagi keberlangsungan organisasi DPD TMI Kota Pekalongan, para pengelola, maupun warga yang terlibat.
Program ini dikelola secara maksimal oleh tim internal, di mana salah satu pengelola utamanya adalah Supri. Selain menjabat sebagai pengurus struktural DPD TMI Kota Pekalongan, ia juga menetap dan tinggal langsung di kawasan areal peternakan, sehingga pemantauan kesehatan, pakan, dan perkembangan bobot domba dapat berjalan terpantau penuh selama 24 jam. Cita‑cita besar yang diusung bersama adalah menjadikan unit usaha ini sebagai pusat peternakan yang dikelola secara modern, mandiri dan berstandar.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan Mungki Retnosari, S.E. menegaskan, kondisi geografis kota yang minim lahan pertanian tidak boleh menjadi penghalang terlaksananya program ketahanan pangan secara utuh.
“Kita sadar betul di Kota Pekalongan lahan untuk pertanian tanaman pangan sangat terbatas dan minim. Oleh sebab itu, kami bertekad ketahanan pangan itu tidak boleh hanya bertumpu pada sektor pertanian saja, tapi harus digalakkan juga lewat sektor peternakan dan perikanan. Program pengemukan domba ini adalah wujud nyata langkah kami, agar kebutuhan gizi dan pangan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus membuka peluang ekonomi nyata bagi kesejahteraan bersama. Ke depannya kami ingin terus berbenah, agar peternakan ini benar‑benar tumbuh menjadi peternakan yang mandiri, berteknologi modern, dan menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan lahan bukan halangan untuk maju,” tegas Mungki Retnosari.
Sementara itu, Supri selaku pengelola yang tinggal langsung di lokasi menyampaikan komitmen penuh menjaga amanah organisasi tersebut.
“Saya bertugas sekaligus menetap di sini setiap hari, agar segala kebutuhan ternak selalu terjaga dengan baik. Bagi saya ini bukan sekadar tugas, tapi tanggung jawab mengelola amanah agar hasilnya maksimal. Kami juga melibatkan warga sekitar dalam berbagai kegiatan serta berbagi ilmu beternak, agar semuanya ikut merasakan manfaatnya. Perlahan namun pasti, kami terus berbenah selangkah demi selangkah mewujudkan impian memiliki peternakan yang benar‑benar mandiri dan dikelola secara modern,” ungkap Supri.
Hingga saat ini seluruh proses pengemukan berjalan kondusif dan terus dievaluasi secara berkala, guna memastikan target kesehatan hewan, peningkatan bobot ternak, serta manfaat ekonomi dan sosial dapat tercapai secara optimal sesuai rencana jangka panjang organisasi.
Red‑kikie
0 Komentar