DKM Masjid Jami Al Maarij Gelar Khitanan Massal, Diikuti 61 Anak
Januari 04, 2026
TNC GROUP SIBER WEB. ID|SEMARANG, 2 Agustus 2026 – Berdasarkan informasi yang diterima melalui rekaman video resmi serta pemaparan langsung Dr. H. Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A.—Kepala Badan Gizi Nasional yang baru dilantik, dikenal sangat bertanggung jawab, berjiwa besar, dan tidak pernah ragu turun langsung ke lapangan—ditegaskan keseriusan penanganan insiden ini. Segera setelah menerima laporan, beliau tidak menunggu lama, melainkan hadir secara langsung di RS Permata Medika Semarang untuk menemui dan menyapa ananda Diandra atau akrab disapa Naya, siswi kelas 12 yang sedang berjuang memulihkan diri pasca mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam rekaman video yang disebarkan serta pemaparan langsungnya di hadapan awak media dan keluarga Naya, kehadiran beliau adalah bukti nyata sikap tanggung jawab yang nyata: tidak menunggu laporan tertulis atau menyerahkan kepada staf, melainkan hadir sendiri untuk merasakan kesedihan keluarga, memohon maaf secara langsung, dan memastikan kondisi anak tersebut tertangani dengan baik. Di dalam video itu terlihat jelas bagaimana beliau duduk di sisi tempat tidur Naya, memegang tangan anak itu, dan menyampaikan dengan nada tulus: "Kejadian ini harus menjadi peristiwa terakhir yang tidak diinginkan. Pantang bagi sebuah program negara justru menyusahkan rakyatnya."
Dalam pemaparan yang disampaikan melalui video dan pernyataan resmi tersebut, beliau juga menjelaskan dengan jelas maksud dan tujuan Program MBG. Perlu dipahami bersama, Program MBG adalah bukti nyata niat luhur Pemerintah Republik Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, untuk menjamin setiap anak bangsa mendapatkan asupan gizi yang layak, agar tumbuh sehat, cerdas, dan mampu meraih masa depan yang cerah. Program ini tidak dibuat untuk menyusahkan, melainkan hadir untuk mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan negara. Kita tidak boleh membiarkan satu celah kelalaian teknis menutupi kebaikan besar yang ingin disampaikan negara kepada rakyatnya; MBG adalah program yang baik, dan pemerintah sangat ingin membantu rakyat mencapai kemakmuran.
Dalam pemaparan yang disampaikan, Dr. H. Sudaryono juga menjelaskan langkah-langkah perbaikan yang segera dilakukan. Beliau menegaskan mengambil alih sepenuhnya penanganan dan perbaikan. Saat ini, seluruh Standar Operasional Prosedur keamanan pangan sedang dievaluasi mendalam dan dirombak total di bawah arahan langsung beliau. Dipastikan ke depannya, setiap piring makanan yang disajikan bukan saja bergizi dan terjangkau, melainkan mutlak aman, terjamin mutunya, dan disajikan dengan penuh ketelitian serta kasih sayang.
Sebagai bukti komitmen moral yang tulus, yang juga disampaikan dalam pernyataannya, seluruh biaya perawatan Naya dan teman-temannya yang terdampak akan ditanggung sepenuhnya oleh Dr. H. Sudaryono menggunakan dana pribadi. Kepada tim medis yang bekerja sigap merawat mereka, beliau ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya. Khusus untuk Naya dan Bapak Mustari, kakek beliau yang ternyata sesama sedulur dari tanah Grobogan—tanah kelahiran beliau sendiri—Dr. H. Sudaryono memohon maaf yang sebesar-besarnya secara langsung. "Lekaslah pulih, Naya. Negara sedang berbenah, berjanji akan lebih teliti, lebih dekat, dan lebih baik demi kalian semua," ujar beliau dengan nada lembut namun tegas.
Program MBG tetaplah jalan kebaikan pemerintah untuk rakyat. Di bawah kepemimpinan Dr. H. Sudaryono yang bertanggung jawab, tegas, selalu hadir di tengah rakyat, dan menyampaikan keterbukaan lewat media serta pertemuan langsung, kita perbaiki yang kurang, kukuhkan yang kuat, bersama-sama menjaga agar niat baik ini benar-benar membawa kesejahteraan bagi seluruh anak Indonesia.
Penulis: Mungki Retnosari, S.E. (Neng Kikie)
Sekretaris DPP TNC Grup
0 Komentar