TNC GROUP SIBER.WEB.ID || ACEH TENGGARA, 18 Agustus 2026 — Sebagai langkah nyata memulihkan kesuburan lahan pertanian yang telah lama terbebani penggunaan pupuk kimia, Dewan Pimpinan Wilayah Tani Merdeka Indonesia (TMI) Aceh bersama PT Bio Energi Rimba secara resmi menyalurkan bantuan pupuk organik cair kepada Kelompok Tani (Poktan) binaan DPD TMI Aceh Tenggara. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, bertempat di Kantor Dinas Pertanian Aceh Tenggara.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati antara TMI Aceh dan PT Bio Energi Rimba, di mana kedua belah pihak bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan program. Sebanyak 100 jerigen pupuk organik cair dengan isi masing-masing 30 liter disalurkan, cukup untuk memenuhi kebutuhan pemulihan lahan seluas 50 hektare. Penyaluran ini menjadi lanjutan program yang telah berjalan di seluruh wilayah Aceh sejak setahun lalu, dengan harapan manfaatnya dirasakan secara merata oleh para petani.
Ketua DPD TMI Aceh Tenggara menjelaskan, pemilihan pupuk organik cair bukan tanpa alasan. Jenis ini dipilih karena mudah digunakan dan mampu meresap langsung ke pori-pori tanah setelah dibajak atau dicangkul. Tujuan utamanya adalah mengembalikan unsur hara tanah yang telah menurun akibat penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang, sehingga petani dapat kembali memperoleh hasil panen yang maksimal.
Penerapan pupuk ini pun dilakukan dengan tahapan terukur: tanah dibajak atau dicangkul terlebih dahulu sebelum penyemprotan. Takaran awal adalah 4 liter pupuk cair dicampur 12 liter air bersih, disemprotkan secara merata ke seluruh permukaan tanah, lalu dibiarkan selama 10 hari agar tanah menjadi gembur. Setelah masa tanam padi berusia dua minggu, dilakukan penyemprotan kedua dengan takaran 2 liter pupuk dicampur 14 liter air bersih. Penggunaan pupuk kimia tetap diperbolehkan namun dapat dikurangi hingga 50%, sehingga biaya produksi petani secara signifikan dapat ditekan.
Para perwakilan Poktan binaan TMI Aceh Tenggara menyambut baik program ini. Selama ini mereka mengeluhkan semakin menurunnya hasil panen, meningkatnya serangan hama, serta tingginya biaya pupuk kimia yang terus meningkat. "Sudah terbukti di beberapa tempat, hasilnya memuaskan," ungkap salah satu perwakilan petani. Harapan para petani sederhana namun mendasar: pertanian yang tepat guna, hasil panen yang maksimal, dan biaya produksi yang lebih ringan.
Dengan adanya program ini, Tani Merdeka Indonesia berkomitmen terus mendampingi petani menuju pertanian yang berkelanjutan — tidak hanya menjaga hasil panen saat ini, tetapi juga menjaga bumi tetap subur untuk generasi mendatang.
Penulis & Redaksi: Neng Kikie (Sekretaris Media TNC Grup)
0 Komentar