Pemkot Palembang Kaji Wacana Libur Sekolah Akibat Kabut Asap, ISPU Tembus 215 "Sangat Tidak Sehat"

TNC GROUP SIBER.WEB.ID || PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang masih mengkaji kemungkinan +meliburkan kegiatan belajar tatap muka di sekolah menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Kualitas udara Kota Palembang saat ini tercatat masuk kategori sangat tidak sehat.


Pemkot Palembang mewacanakan peliburan anak sekolah sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap. Wacana ini muncul setelah Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU di Palembang menunjukkan angka berbahaya. 

Pagi Minggu 23 Agustus 2026, ISPU Kota Palembang tercatat di angka 215. Angka tersebut naik signifikan dibanding hari sebelumnya yang masih berada di bawah 200.


Keputusan ini menjadi kewenangan Wali Kota Palembang "Ratu Dewa. Ia menyatakan akan membahas wacana tersebut bersama seluruh pihak terkait sebelum mengambil keputusan final. 

Pihak yang akan dilibatkan dalam rapat kajian di antaranya Dinas Pendidikan Kota Palembang, Dinas Kesehatan, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya di bidang pendidikan dan kesehatan anak.


Pernyataan resmi disampaikan Wali Kota Ratu Dewa pada Minggu, 23 Agustus 2026". Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi terkait peliburan. Pemkot masih dalam tahap pengkajian dan penjadwalan rapat dengan pihak terkait.

Kenaikan ISPU ke angka 215 juga terjadi pada pagi hari yang sama, Minggu 23 Agustus 2026.


Peristiwa ini terjadi di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Pemantauan ISPU dilakukan di wilayah Kota Palembang secara umum. Salah satu kecamatan yang terdampak adalah Gandus" dan wilayah lain di Palembang yang saat ini diselimuti kabut asap cukup pekat.


Alasan utama wacana peliburan dikemukakan karena kualitas udara Palembang memburuk drastis. Dengan ISPU 215, udara Palembang masuk kategori *"Sangat Tidak Sehat"* menurut standar KLHK. 

Pada level ini, masyarakat umum terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan sangat berisiko mengalami gangguan kesehatan. Aktivitas luar ruangan dalam waktu lama tidak disarankan. Karena sekolah melibatkan banyak anak yang beraktivitas di luar kelas, Pemkot mempertimbangkan peliburan untuk meminimalkan paparan.

Prosesnya masih dalam tahap kajian. Wali Kota Ratu Dewa meminta agar wacana ini dibahas dan dirapatkan terlebih dahulu bersama seluruh pihak terkait. 

"(Wacana peliburan anak sekolah) Saya minta dikaji dan dirapatkan dengan seluruh pihak yang terkait," kata Ratu Dewa.

Setelah rapat, Pemkot akan memutuskan apakah sekolah diliburkan sementara, dialihkan ke pembelajaran daring, atau tetap tatap muka dengan protokol ketat seperti penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar.

Dampak jika ISPU 215:
Pada kategori "Sangat Tidak Sehat", efek kesehatan yang mungkin timbul antara lain iritasi mata, batuk, sesak napas, dan penurunan fungsi paru. Kelompok anak sekolah sangat rentan karena sistem pernapasan mereka masih dalam masa pertumbuhan.

RED / SHM

0 Komentar