PLTSa Keramasan 83% Rampung, Palembang Targetkan Operasi Oktober 2026

TNC GROUP SIBER.WEB.ID || PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang semakin optimis Proyek Strategis Nasional PLTSa/PSEL di Keramasan, Kertapati segera beroperasi. Hingga Mei 2026, progres fisik proyek yang digarap bersama PT Indo Green Power ini sudah mencapai 81-83%.

Fasilitas ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan sampah di Palembang sekaligus penyumbang energi listrik bersih bagi kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Akhmad Mustain, menyebut ada pergeseran paradigma dalam proyek ini. 

“Dulu disebut PLTSa. Sekarang fokus utamanya mengolah sampah, dengan efek samping menghasilkan listrik,” jelas Mustain, Selasa (1/9/2026).

Dengan kapasitas 1.100 ton sampah per hari, PLTSa/PSEL Keramasan mampu mengolah hampir seluruh timbulan sampah Palembang yang saat ini mencapai 1.260 ton/hari. Dari proses pengolahan tersebut, ditargetkan menghasilkan listrik hingga 20 MW. PLN sendiri telah berkomitmen membeli 17,7 MW sesuai Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau PPA.

Yang menarik, proyek ini hanya menyisakan residu sekitar 13% berupa fly ash dan bottom ash. Residu itu tidak akan dibuang percuma. 

“Sisanya bisa dimanfaatkan lagi untuk paving block atau conblock. Praktik seperti ini sudah berjalan di Singapura,” tambah Mustain.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyebut PLTSa/PSEL Keramasan sebagai tulang punggung baru pengelolaan sampah kota. Kehadirannya diyakini akan mengurangi beban TPA Sukawinatan yang sudah overload, menekan emisi gas metana, dan menambah pasokan listrik lokal.

Sesuai target, fasilitas ini dijadwalkan beroperasi penuh paling lambat Oktober 2026.

Di sisi lain, Pemkot juga mengajak masyarakat berperan aktif. “Jangan semua dibuang. Kalau bisa dimanfaatkan kembali, silakan dipilah dari rumah tangga,” imbau Mustain.

Dengan kombinasi infrastruktur dan perubahan perilaku masyarakat, Pemkot berharap Palembang bisa menjadi contoh kota yang berhasil mengubah masalah sampah menjadi energi.

redaksi : SHM

0 Komentar